Air Wudhu dari 2 Keran di Masjid Ini Berwarna Hijau, Warga Rela Berdesakan Berbondong-bondong Demi Gunakan untuk Minum & Mandi: ‘Berubah Warna Jadi Hijau Pukul 17.00’

Tengah viral air wudhu di sebuah Masjid di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah berwarna hijau.

Warga Dukuh Pekanyaran RT 005 RW 002, Desa Galang Pegampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah rela berdesakan demi membawa pulang air wudhu berwarna hijau yang mereka dapatkan dari sebuah masjid.

Menurut penuturan warga, dari keenam keran di Masjid, hanya dua keran saja yang mengeluarkan air wudhu berwarna hijau.

Sontak fenomena air wudhu berwarna hijau ini langsung viral dan heboh di media sosial.

Loading...

Saat mendatangi Masjid tersebut, terlihat jelas air bak yang biasa digunakan wudhu sebelum sholat ini terlihat hijau.

Tak butuh lama, air wudhu berwarna tak biasa ini langsung diserbu oleh para warga.

Mereka datang berbondong-bondong untuk melihat dan mengambil air wudhu tersebut.

Tak hanya itu para warga juga ada yang membawa wadah dari rumah untuk menampung air berwarna hijau tersebut.

Loading...

Ada pula yang langsung mengguyur tubuhnya setelah menciduk air berwarna hijau dari bak masjid tersebut.

Mengutip dari Tribun Jateng, Ridwan (70) tokoh masyarakat setempat menceritakan fenomena berubahnya air yang berada di Masjid Al Mubarok di Pekalongan.

“Air berubah warna menjadi hijau sekitar pukul 17.00 WIB, pada hari Sabtu (29/2/2020)”.

Ridwan mengatakan dari enam kran air wudhu, hanya dua yang mengeluarkan air berwarna hijau.

Ia tidak tahu pasti apa yang menyebabkan air yang diperuntukkan wudhu itu menjadi hijau.

Ridwan mengatakan perubahan warna air menyebabkan warga berdatangan ke masjid.

Mereka mengambil air tersebut untuk diminum.

Selain diminum, air tersebut juga digunakan untuk mandi.

Beberapa warga, kata Ridwan, mengambil air tersebut dan dibawa pulang ke rumah.

Ridwan mengungkapkan kejadian itu sudah diketahui tokoh politik setempat dan pihak puskesmas.

“Pada hari Minggu (1/3/2020), petugas puskesmas dan Polsek mengambil sampel air tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Galang Pengampon Subekhi membenarkan, adanya fenomena yang menggemparkan warga Galang Pengampon mengenai air yang berada di masjid berubah warna menjadi hijau.

loading...

“Fenomena tersebut langsung saya laporkan ke Kecamatan dan Polsek. Kejadian itu juga langsung membuat masyarakat berbondong-bondong ke masjid untuk melihat fenomena itu,” kata Subekhi.

Menurutnya, warga yang datang ke masjid, bersugesti bahwa air yang berwarna hijau tersebut mempunyai banyak manfaat. Seperti, bisa menyembuhkan kesehatan dan sebagainya.

“Kami sudah mengimbau kepada masyarakat agar tidak meminum air tersebut. Namun, banyaknya warga yang beranggapan air itu keramat, maka banyak warga yang meminum, menjadikan untuk mandi, dan membawa pulang ke rumah,” ungkapnya.

Subekhi mengatakan adanya fenomena tersebut, pihak kecamatan dan kepolisian sudah mengambil sempel air guna dilakukan pemeriksaan.

Saat disinggung, mengenai banyaknya warga yang meminum air tersebut, sampai saat ini belum ada laporan terkait warga yang sakit dan sembuh dari penyakit.

“Saya mengimbau kepada masyarakat kepada agar tidak menganggap fenomena ini secara berlebihan,” tambahnya.

Kata Polsek Wonopringgo

Kapolsek Wonopringgo Iptu Akhmat Fauzi mengimbau masyarakat tidak berlebihan terkait viralnya air yang berubah menjadi hijau di Masjid Al Mubarok di Dukuh Pekanyaran RT 005 RW 002, Desa Galang Pengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (29/2/2020).

“Minggu (1/3/2020) saya perintahkan anggota saya dan dibantu dengan Satreskrim Polres Pekalongan untuk mengecek serta memeriksa air tersebut,” kata Iptu Fauzi kepada Tribunjateng.com, Selasa (3/3/2020).

Menurutnya, pihaknya belum mengetahui penyebab air itu berubah warna menjadi hijau.

Ridwan mengatakan dari enam kran air wudhu, hanya dua yang mengeluarkan air berwarna hijau.

“Petugas Puskesmas Wonopringgo sudah membawa sampel air tersebut untuk diperiksa di laboratorium.

Namun, hingga sekarang belum ada laporan terkait hasil air itu,” ungkapnya.

Iptu Fauzi mengimbau kepada masyarakat agar tidak menganggap fenomena ini secara berlebihan.

Pihaknya juga sudah menyampaikan kepada tokoh agama setempat, untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat.

“Untuk menjaga kondusifitas di masyarakat. Saya mengimbau kepada warga untuk menjaga ketertiban. Jangan menganggap fenomena ini sebagai air keramat. Karena puskesmas sudah mengambil sampel air itu untuk mengetahui penyebab air tersebut berwarna hijau,” tambahnya.

Penyebab Belum Diketahui

Puskesmas Wonopringgo langsung mengambil sempel air tersebut untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Saat mendapatkan laporan dari Camat Wonopringgo Tuti Haryati, saya langsung perintahkan petugas puskesmas untuk langsung mengecek dan mengambil sampel air tersebut,” kata Kepala Puskemas Wonopringgo dr Chamim saat ditemui Tribunjateng.com, di Puskemas Wonopringgo, Selasa (3/3/2020).

Dr Chamim mengungkapkan sampai hari ini, hasil dari laboratorium dinas kesehatan belum diketahui.

Karena, pemeriksaan air tersebut meliputi kimia, fisika, dan termasuk bakteri-bakteri yang ada dikandungan air tersebut.

“Pemeriksaan air baru dilakukan pada hari Senin (2/3/2020). Mungkin dua hingga tiga hari kedepan sudah bisa diketahui,” ungkapnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak meminum air tersebut.

“Takutnya, apabila diminum dan hasilnya banyak bakteri. Kami takut masyarakat yang meminum air tersebut terkena penyakit,” ujarnya.

Dr Chamim menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan warga yang terjangkit penyakit akibat air tersebut.

Sementara itu, Camat Wonopringgo Tuti Haryati mengatakan viralnya air yang tiba-tiba berubah menjadi hijau, pihaknya sudah memerintahkan kepada puskesmas untuk mengecek ke laboratorium.

“Pengecekan air tersebut masih dalam pemeriksaan, kami masih menunggu hasil dari dinas kesehatan,” kata Tuti.

Tuti membenarkan bahwa banyak warga yang mengaitkan air itu bisa menyembuhkan penyakit, karena air berubah warna di tempat ibadah

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak mengaitkan fenomena ini dengan hal-hal yang keramat.

“Saya sudah memerintahkan kepada kepala desa untuk menginformasikan kepada warga dan memberitahukan.

Bahwa, air tersebut masih dalam pemeriksaan di laboratorium Dinkes Kabupaten Pekalongan,” tambahnya.

Sumber :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *