Dr Tirta Emosi, Jubir Kemenkes Minta si Miskin Tak Tulari Corona ke si Kaya

Penanganan terkait virus Corona di Indonesia banyak menimbulkan kritik pedas.

Salah satunya datang dari relawan peduli pencegahan penyebaran virus Corona, dokter Tirta Mandira Hudi atau yang akrab disapa dr Tirta.

Sebelumnya, dr Tirta mengkritik keras Jokowi karena banyak tenaga medis meninggal saat tangani corona.

Loading...

Dia menilai semua ini akibat tak sigapnya pemerintah dalam menangani pandemi corona.

Tak berhenti sampai di situ saja, dr Tirta juga mengkritik Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto dan juru bicara penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, atas pernyataan mereka yang dianggap blunder.

“Pak Menkes dan jubir, asal kalian tahu bahwa kami ini tenaga medis berjuang di depan itu mempertaruhkan nyawa, banyak teman-teman saya sudah meninggal Pak, dan banyak guru saya sudah meninggal, dan ratusan teman saya itu lagi dirawat Pak. Asal Bapak tahu nih, Pak Yuri dan Pak Terawan, kalau ngomong tuh dipikir Pak, tolong banget Pak,” kata dr.Tirta, HaiBunda kutip dari Facebook, Minggu (29/3/2020).

“Jubir Menkes hari ini melakukan blunder lagi dengan mengeluarkan statement yang menurut saya sangat mengecewakan, yang jujur kontroversial,” sambungnya.

Dr Tirta meminta menkes Terawan dan juga jubirnya, Yuri untuk tidak mengeluarkan statement yang bisa menimbulkan perdebatan di masyarakat.

loading...

Pernyataan bahwa orang miskin menularkan virus Corona pada orang kaya tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Anda itu di BNPB mengeluarkan statement barusan, yang miskin menularkan yang kaya, itu enggak jelas Pak! Jangan pernah membenturkan penyakit dengan status sosial di masyarakat,” tegas dr.Tirta.

Mewakili rekan-rekan tenaga medis lainnya, pria yang juga influencer dan pengusaha ini mengatakan bahwa mereka saat ini lelah.

Itu sebabnya, ia ingin meminta pengertian pada pemerintah untuk setidaknya jangan membuat keadaan semakin kacau.

“Saya itu capek, tapi lebih capek temen-temen saya di IGD. Anda itu Menkes, jubir Menkes, Anda itu membawa nama pemerintahan Indonesia, capek kita ini, capek semua tenaga medis di Indonesia. Jadi tolong Pak kalau Anda ini mengeluarkan statement yang salah, itu kerja keras kita kayak enggak ada harganya,” tukasnya.

Sebelumnya viral beredar potongan video Achmad Yurianto saat jumpa pers melalui akun YouTube BNPB.

Dalam video tersebut Yuri mengatakan, “Yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar, dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya. Ini menjadi kerja sama yang penting.”

Menanggapi hal itu, Yuri pun sudah angkat bicara, Bun. Dilansir detikcom, Yuri meminta agar masyarakat tak terpancing dengan potongan video itu. Dia meminta agar semua melihat video lengkapnya.

“Saya bilang wong itu dipotong kok (videonya). Coba dilihat utuh dari depan sampai belakang,” kata dia.

Dia pun mengaku banyak menerima hujatan. Lebih lanjut, Yuri meminta agar tak lagi mempermasalahkan omongannya itu.

“Itulah yang saya katakan yang kemudian saya di-bully di mana-mana itu kan. Mbok yang kaya itu lho, saya sih memang agak keras ngomongnya. Bukan dalam rangka menghina yang miskin. Saya itu lebih mengatakan untuk menekan yang kaya,” tegas Yuri.

Sumber : haibunda.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *