Dulu Diliput Berbagai Media Karena Inovasi, Kini Rj Tersandung Kasus Video Mesum Sama Selingkuhan

Nasib RJ (30), perempuan asal Purwakarta ini bak roller coaster.

Beberapa pekan lalu ia menghiasi berbagai laman berita karena produk makanan ringannya berhasil menjadi juara III tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ia mengolah bahan yang tak biasa menjadi camilan atau makanan ringan.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika sempat mengakuinya.

“Ada di bagian dinas yang melaksanakan perlombaan kemarin itu. Saya tahu ada perlombaan, tapi orangnya sampai saat ini saya belum tahu. Nanti kami akan turunkan untuk tim investigasi,” kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika akhir pekan lalu.

Tribun Jabar yang mengetik namanya di mesin pencarian bisa menemukan beberapa berita tentang prestasi RJ.

Namun sebuah video mengubah kehidupan RJ. Ia harus tersangkut sebuah kasus hukum dan berstatus sebagai korban.

Baca Juga :  KABAR GEMBIRA: Arab Saudi Tidak Membatalkan Ibadah Haji 2020 di Tengah Corona

Ini bermula dari beredarnya video asusila seorang perempuan.

Loading...

Di dalam video, perempuan itu mengenakan seragam ASN Pemprov Jabar. Ia juga mengenakan kerudung cokelat.

Polisi langsung turun tangan menyelidiki video dan foto yang beredar di media sosial Twitter dan aplikasi berbalas pesan WhatsApp.

Tak butuh waktu lama, Polda Jabar menangkap seorang pria. Identitas dua pelaku di video itu pun terungkap.

Yang laki-laki atau pria adalah seorang guru di SMK swasta di Purwakarta berinisial RIA (31).

Keduanya menurut polisi adalah pasangan selingkuh.

Si pria enggan ditinggalkan atau mengakhiri hubungan dengan RJ. Dan video pun tersebar.

Video diambil di sebuah tempat parkir supermarket di Purwakarta. RIA lalu ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga :  Siswi SMA Diperkosa Ayah Tiri dan Pamannya Hingga Hamil, Pelaku Minta Korban Gugurkan Kandungan

Sementara Rj (30), ‎dipastikan sebagai korban penyebaran konten keasusilaan yang dilakukan RIA.

Penyidik Subdit V Ditreskrimsus Polda Jabar menerapkan Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 27 ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pasal itu mengatur larangan dan ancaman terhadap perbuatan pendistribusian konten elektronik terkait kesusilaan.

Tribun Jabar mengkonfirmasi penerapan pasal itu pada RIA dan kaitannya dengan RJ ke Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar, AKBP Hari Brata.

Dia membenarkan, RJ adalah korban.

“RJ tetap korban,” ujar AKBP Hari Brata via ponselnya, Minggu (22/9/2019).

Ia mengatakan, RJ dipulangkan karena penyidik tidak menemukan alat bukti yang cukup untuk menjeratnya.

Berkaca pada kasus video porno Garut melibatkan perempuan berinisial V yang jadi tersangka tindak pidana pornografi sebagaimana diatur di Undang-undang Pornografi, kata dia, itu kasusnya berbeda.

Baca Juga :  Ini Pandangan Ulama soal Aksi Risma yang Sujud di Hadapan IDI

“Dalam kasus ini (RJ), dia tidak menyadari adegan hubungan badannya direkam oleh RIA,” ujarnya.

Beda halnya dengan perempuan berinisial V di Garut, yang menyadari perbuatan hubungan badannya disadari dan diketahui oleh V.

“Iya betul seperti itu. RJ tidak menyadari dan tidak tahu direkam oleh RIA,” kata Hari. ‎

Dalam kasus ini RIA, kata dia, merekam hubungan badan dengan RJ. RJ dan RIA masing-masing sudah berkeluarga.

Tribun menanyakan soal RJ dan RIA bisa dijerat Pasal 284 KUH Pidana tentang perzinahan yang dilakukan oleh seseorang yang sudah menikah, ia membenarkannya.

“Iya bisa, tapi itu delik aduan. Harus ada pengaduan dari suami RJ atau istri dari RIA‎. Nanti masuknya pidana umum,” kata AKBP Hari Brata.

Sumber : tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *