Hoaks Pesan Berantai 28 Maret Puncak Inkubasi Virus Corona, Namun Ahli Ungkap Fakta Lebih Berbahaya

Beredar pesan berantai di aplikasi chatting WhatsApp yang menyebutkan, pada Sabtu (28/3/2020) esok masyarakat dilarang keluar rumah karena merupakan masa puncak inkubasi virus corona (Covid-19).

Berikut isi pesan yang beredar di grup WhatsApp :

Baru sj dpt info ini :

Mulai pagi ini tgl 28/3, jangan keluar rumah mencari makanan atau untuk apa Pun, karena di Indonesia hal yang terburuk dimulai, *yaitu tanggal inkubasi telah tiba*, banyak yg terinfeksi positif akan menunjukkan gejalanya dan riskan banyak orang bisa tertular, jadi sangat penting untuk tetap di rumah dan tidak berhubungan (tidak bertemu) orang. Berhati-hati adalah sangat penting.

Loading...

*Dari 23 Maret – s/d Jumat tgl 3 April kita harus menjaga diri kita sendiri, karena kita akan berada di puncak penyebaran virus *selama 2 dua minggu.* Biasanya dalam dua minggu itu semua yang terinfeksi akan muncul. Kemudian ada dua minggu tenang DAN kemudian dua minggu lagi mulai berkurang.
(INI pengalaman di negara CHINA).

* Apa yang terjadi di negara Italia adalah bahwa *siklus ini mrk abaikan pada musim penularan* dan itulah menyebabkan semua kasus bercampur menjadi satu dan mala petaka besar . .

* SATU HAL PENTING lagi : Jangan menerima kunjungan dari siapa bahkan anggota keluarga dekat Pun.
Ini penting, semua untuk kebaikan kita.

KITA SEDANG MEMASUKI MASA TINGKAT INFEKSI MAKSIMUM.

*Jangan abaikan pesan ini*

Jika Anda percaya, share ke orang yg anda kasihi !

Loading...

Tribun Bali mengkonfirmasi pesan berantai ini kepada Ahli Virologi Universitas Udayana Bali, Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika, lalu dengan tegas ia menyebut itu pesan hoaks.

“Hoaks,” jelas Prof. Mahardika

Dijelaskan dia, bahwa bukan masa inkubasi telah tiba, akan tetapi semakin lama, risiko transmisi penyakit semakin besar.

“Jadi sebaiknya memang jangan keluar,” ujarnya.

Sumber : tribunnews.com

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *