Kelamin Pria Dipasang Kembali Setelah Hampir 24 Jam Memotongnya dan Masih Berfungsi

Alat kelamin seorang pria berhasil disambungkan kembali ke tubuhnya setelah hampir 24 jam ia memotongnya dan untungnya masih berfungsi.

Pemasangan kembali kelamin pria tersebut dilakukan tim ahli bedah di Rumah Sakit Elizabeth Queen Birmingham, Inggris.

Pria tersebut diketahui menderita skizofrenia paranoid itu berusaha untuk bunuh diri dengan cara memotong kelaimnnya.

Dikutip Pikiranrakyat-bekasi.com dari New York Post Jumat, 3 Juli 2020 pria berusia 34 tahun itu diketahui memotong kelaminnya sehari sebelum dirinya dilarikan ke Rumah Sakit Elizabeth Queen.

Baca Juga :  Sayembara! Ada Rp 13 Juta Bagi Pemberi Info Valid Pembunuh Anjing di Bali

Tim ahli bedah dengan cepat memasang kembali organ vital tersebut dengan metode operasi rumit yang melibatkan penjahitan kembali saraf dan pembuluh darah.

Pihak rumah sakit menyatakan bahwa operasi tersebut sukses dan aliran arteri disambungkan kembali selama 8 jam setelah kedatangan pasien.

“Dalam kasus ini membuat ahli bedah harus menyambungkan kembali penis pria itu, bahkan dengan waktu iskemia (pasokan darah yang tidak mencukupi) yang berkepanjangan.

Jika berhasil pasti ada efek fisik dan psikososial dari kehilangan organ bagi pasien,” kata pernyataan pihak rumah sakit.

Baca Juga :  Takut Dibuang Emak, Bocah Ini Beri Nama Anak Kucingnya Tupperware
Loading...

“Aliran arteri terbentuk 8 jam setelah kedatangan ke rumah sakit karena cedera yang diderita pasien, sehingga total iskemia selama 23 jam,” sambungnya.

Hampir enam minggu setelah operasi, pasien telah mendapatkan kembali penggunaan penuh alat kelaminnya dan mampu mencapai ereksi penuh.

Di masa lalu, ahli bedah hanya akan menjahit penis kembali ke tubuh tanpa berusaha untuk menyambung kembali saraf dorsal dan pembuluh darah, yang biasanya menyebabkan jaringan parut di uretra dan desensitisasi alat kelamin.

Baca Juga :  Mengenal Ikan 'Tiger Fish' dari Muba Harganya Capai Rp 25 Juta

Untuk diketahui, skizofrenia dan gangguan mental pada pria tidak jarang mengamputasi kelaimnnya.

Monitoring ketat, dengan bantuan dokter di berbagai bidang, termasuk psikiatri, disarankan untuk membantu pasien penderita skizofrenia.

Sumber: pikiran-rakyat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *