Menolong yang Lemah Lebih Utama Daripada 100 Kali Naik Haji

Pendaftaran tungguh haji di berbagai wilayah di Indonesia sangat beragam lamanya.

Sebagai contoh, di Banten daftar tunggu yang berlaku mencapai 22 tahun.

“Jika masyarakat yang ingin berangkat ibadah haji harus menunggu 22 tahun untuk diberangkatkan.,” ujar Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Banten Machdum Bahtiar beberapa waktu lalu.

Loading...

Sementara dikutip dari laman laman Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) pada Kamis (2/4/2020), bagi orang yang sudah berniat berangkat ibadah haji tahun ini.

Padahal ia sudah berkali-kali menunaikannya, maka sebaiknya biaya perjalanan haji tersebut digunakan untuk membantu saudara-saudara Muslim yang membutuhkan, misalnya membantu warga yang terdampak wabah virus Corona.

Imam Ghazali pernah mencatat kisah yang diceritakan Abu Nasr at-Tammar. Ada seorang laki-laki berpamitan kepada Bisyr bin al-Harits,

“Aku mau pergi haji. Ada saran?” katanya.

“Berapa biaya yang kau sediakan?” tanya Bisyr.

loading...

“Dua ribu Dirham,” jawabnya.

“Apa yang kaucari dengan hajimu? Kezuhudan? Kerinduan ke Baitullah? Atau mencari rida Allah?” Tanya Bisyr.

“Jika kau bisa meraih ridha Allah sementara kau tetap di rumah, lalu kau infakkan 2.000 Dirham dan yakin sepenuhnya akan mendapat ridha Allah, apakah kau akan melakukannya?”

“Ya.”

“Pergilah! Sedekahkan 2.000 Dirham itu kepada 10 orang yang berutang untuk melunasi utangnya, yang miskin dapat memperbaiki kondisinya, yang punya keluarga untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Pengasuh anak yatim dapat membuatnya senang. Jika hatimu kuat untuk memberikannya kepada seorang dari mereka, lakukanlah!”

“Sesungguhnya membahagiakan hati seorang Muslim, membantu yang kesusahan, menghilangkan kemelaratan, dan menolong yang lemah, adalah lebih utama daripada seratus kali berhaji setelah haji wajib,” pungkasnya.

Sumber : okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *