Otoritas Arab Saudi Tahan 2 Ribu Jemaah Haji Ilegal

Otoritas Arab Saudi menahan sekitar 2.050 orang di kota suci Mekah karena berusaha menyusup ke situs suci itu tanpa izin haji.

Arab Saudi juga telah menetapkan aturan denda terhadap jemaah haji ilegal selama pandemi COVID-19.

Seperti dilansir dari Gulf News, Sabtu (1/8/2020) mengutip Saudi Press Agency (SPA), juru bicara Komando Pasukan Keamanan Haji yang menyatakan telah menindak para pelanggar (jemaah ilegal).

Mereka telah melakukan ibadah haji yang melanggar tindakan pencegahan Corona dan protokol kesehatan.

Juru bicara itu melanjutkan, pasukan keamanan telah memperketat keamanan di dalam dan sekitar situs suci untuk menegakkan peraturan dan menangkap pelanggar selama beberapa hari sebelum ziarah tahunan haji.

Baca Juga :  Ini Penjelasan Polisi Terkait Wanita Histeris Gendong Anaknya yang Meninggal di Puskesmas Jatibarang

Pada 19 Juli, Arab Saudi mulai melarang orang yang tanpa izin memasuki tempat-tempat suci di Mekah, Muzdalifah, Arafat dan Mina. Semua wilayah ini dijaga ketat.

Pembatasan itu tetap berlaku sampai akhir hari Minggu (2/8) untuk memastikan jumlah jemaah haji diperkecil dengan aman di tengah kekhawatiran COVID-19.

Untuk diketahui, Meskipun Corona masih merebak, Arab Saudi tetap menggelar ibadah haji terbatas untuk warga yang ada di sana. Namun, denda siap menunggu para pendatang ilegal yang datang saat musim haji.

Baca Juga :  PBNU Samakan Uighur Dengan Separatisme di Papua
Loading...

Seperti dilansir dari kantor berita Al Arabiya, Minggu (12/7/2020) Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Saudi mengatakan denda itu akan mulai berlaku mulai 19 Juli (28 Dhul Qadah) hingga 2 Agustus (12 Dhul Hijjah). Jumlahnya yakni 10.000 riyal atau sekitar Rp 38 juta.

Denda yang diterima oleh pelanggar, akan berlipat ganda menjadi 20.000 riyal Saudi (US$ 5.332) apabila pelanggaran itu berulang.

“Sumber resmi di Kementerian Dalam Negeri meminta semua warga dan penduduk untuk mematuhi instruksi untuk musim haji tahun ini, menekankan bahwa petugas keamanan akan memulai tugas mereka di semua jalan dan jalur yang mengarah ke situs suci untuk mencegah pelanggaran dan mengontrol setiap upaya untuk memasuki area selama periode yang ditentukan,” kata Kemendagari Saudi dalam pernyataannya seperti dirilis oleh Saudi Press Agency (SPA).

Baca Juga :  Ibadah Haji Dibatalkan, Kemenag Malah Dapat Tambahan Anggaran

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *