Sosok Pinangki, Jaksa yang Foto dengan Djoko Tjandra Kini Dibidik Pidana

Pinangki Sirna Malasari menanti nasib di Kejaksaan Agung (Kejagung). Jeratan pidana tengah ditelaah bagi Pinangki.

Siapa sebenarnya Pinangki?

Dia awalnya diketahui sebagai jaksa yang menjabat Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan di Kejagung.

Namun, saat ramai kemunculan terpidana perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra, nama Pinangki terseret.

Foto Pinangki beredar di media sosial bersama Djoko Tjandra dan Anita Kolopaking, yang merupakan pengacara Djoko Tjandra.

Pinangki pun diproses etik oleh Kejagung hingga akhirnya di-nonjob-kan karena diduga menemui Djoko Tjandra selama masa pelariannya.

Kemudian, Kejagung membuka celah menjerat Pinangki secara pidana. Hasil pemeriksaan dari bidang pengawasan Kejagung diteruskan ke Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus).

Baca Juga :  2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan Dalam Toples

“Dari hasil pemeriksaan-pengawasan, sudah disampaikan direktur penyidikan untuk yang dugaan terhadap adanya suatu peristiwa yang diduga pidana itu sudah diserahkan ke Jampidsus,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono di depan Gedung Bundar, yang merupakan kantor Jampidsus di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, pada Selasa (4/8).

Loading...

“Proses selanjutnya sesuai dengan SOP (standard operating procedure) yang ada di Pidsus, maka laporan pemeriksaan pengawasan tadi akan dilakukan telaah oleh tim yang disampaikan Pak Dirdik (Direktur Penyidikan),” imbuh Hari.

Baca Juga :  Tidak Hanya Pemakzulan, Donald Trump Rupanya Menghadapi Masalah Beruntun, Salah Satunya Mengenai Keuangannya, Simak Bagaimana Rencana Pengacara Trump untuk Membelanya!

Pinangki diketahui menempuh pendidikan S-1 hukum di Universitas Ibnu Khaldun, Bogor, pada 2000-2004. Hal itu tercatat pada profil Linkedin Pinangki.

Pinangki lalu melanjutkan pendidikan S-2 jurusan hukum bisnis di Universitas Indonesia pada 2004-2006. Lalu, ia melanjutkan pendidikan S-3 hukum di Universitas Padjadjaran pada 2008-2011.

Ia meraih gelar doktor dengan disertasi yang berjudul ‘KPK sebagai Lembaga Negara Bantu dalam Sistem Ketatanegaraan RI dan Implikasinya terhadap Pemberantasan Korupsi’.

Sementara itu, dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dikutip detikcom dari situs KPK, Pinangki memiliki kekayaan sebesar Rp 6,8 miliar atau tepatnya Rp 6.838.500.000. Laporan itu disampaikan kepada KPK pada 31 Agustus 2019 untuk periodik 2018.

Baca Juga :  Pendaftaran Sekolah Kedinasan Kemenhub Buka 8 Juni, Ada 2.676 Formasi hingga Persyaratan Politeknik

Dari pusat data di situs KPK itu, Pinangki tercatat menyampaikan LHKPN sebanyak dua kali, yakni pada 10 April 2008 dan 31 Agustus 2019 tersebut di atas.

Pada LHKPN tahun 2008 itu, Pinangki tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp 2 miliar atau tepatnya Rp 2.090.624.000. Dalam kurun waktu 11 tahun, harta kekayaan Pinangki bertambah sekitar Rp 4,7 miliar atau tepatnya Rp 4.747.876, yakni naik 227 persen.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *