Viral Kejujuran 2 Gadis di Wonogiri Temukan Rp 19 Juta: Lapor ke Polisi, Uang Kembali ke Pemilik

Media sosial diramaikan dengan aksi kejujuran dua orang gadis asal Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Uang sebesar Rp 19 juta yang mereka temukan di tengah jalan kampung, kini kembali di tangan pemiliknya.

Cerita ini viral setelah diunggah akun Instagram @_infocegatansolo, Kamis (19/3/2020) malam.

Kedua gadis tersebut bernama Sukatmi (18W) seorang karyawati swasta dan Indiana (17) seorang siswi SMKN 1 Puhpelem Wonogiri.

Loading...

Keduanya merupakan warga Dusun Gondang, Desa Nguneng, Kecamatan Puhpelem, Wonogiri.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by infocegatansolo (@_infocegatansolo) on

Kronologi Kejadian

Aiptu Marwanto (55) anggota Kepolisian Sektor Puhpelem mengungkapkan Sukatmi dan Indiana datang ke Polsek Puhpelem melaporkan penemuan uang pada Kamis (19/3/2020).

“Kedua anak perempuan datang kemarin sekitar 14.30 WIB, keperluannya laporan penemuan uang,” ujar Marwanto saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (20/3/2020).

Loading...

Menurut keterangan, Sukatmi dan Indiana menemukan segepok uang di jalan Desa Nguneng, Puhpelem, Wonogiri.

“Karena merasa tidak memiliki, maka uang tersebut diserahkan ke Polsek Puhpelem,” ungkap Marwanto.

Aiptu Marwanto, Purwanto, bersama Indiana dan Sukatmi

Marwanto menyebut kedua gadis tersebut mengaku takut saat menemukan uang.

“Mereka takut menemukan uang sebanyak itu, terus dibawalah uang itu ke Polsek,” ujar Marwanto.

Marwanto menyebut, kedua gadis itu meminta agar dirinya bisa menemukan pemilik uang tersebut.

“Keduanya pokoknya minta supaya uang tersebut kembali ke pemiliknya,” ungkap Marwanto.

Bermodal Selembar Nota

Marwanto pun saat itu juga memulai pelacakan.

Dalam segepok uang tersebut, Marwanto menjumpai sebuah nota kertas yang mengikat uang.

Marwanto mengungkapkan, nota tersebut tertulis ‘Central Sakti Motor’ atas nama Purwanto.

“Dugaan awal saya, uang itu milik sales dealer,” ujarnya.

Atas dugaan awal itu, Marwanto pun menghubungi beberapa nomor telepon dealer dengan petunjuk nota tersebut.

“Yang pertama saya telepon dealer Central Sakti Motor Wonogiri, tapi ternyata pihak sana tidak merasa kehilangan,” ungkapnya.

Karena buntu, Marwanto pun berinisiatif untuk mencari nomor dealer Central Sakti Motor Purwantoro.

“Saya googling nomor dealer Central Sakti Purwantoro, muncul nomor hpnya,” ungkap Marwanto.

Saat ditanyakan ke pihak dealer Central Sakti Purwantoro, ternyata juga tidak merasa kehilangan.

Marwanto lantas ingat ada petunjuk nama “Tri” dalam nota tersebut.

Marwanto pun menghubungi kembali Central Sakti Purwantoro dan menanyakan apakah ada yang bernama Tri.

“Ternyata yang mengangkat telepon itu namanya mbak Tri,” ujarnya.

Titik terang pun mulai muncul.

Marwanto menanyakan apakah ada pembeli atau customer yang berasal dari Puhpelem.

Pihak Central Sakti Motor Purwantoro pun membenarkan adanya pembeli dari Puhpelem.

Marwanto pun akhirnya melakukan validasi dengan mencocokkan nama pembeli dan tanggal nota.

Berdasar informasi kontak pemilik dari dealer, sang pemilik yang bernama Purwanto kemudian dihubungi dan datang di Polsek Puhpelem.

Validasi pun dilakukan Marwanto mengenai ciri-ciri uang dan apa saja yang ada di dalam wadah uang tersebut.

Setelah memastikan Purwanto adalah benar merupakan pemilik uang itu, Sukatmi dan Indiana diminta datang kembali ke Polsek.

“Dalam hitungan menit saja itu, mungkin mereka baru saja sampai rumah saya minta untuk kembali ke Polsek Puhpelem,” ujarnya.

Pemilik pun akhirnya membuka dan menghitung jumlah uang dengan disaksikan Sukatmi dan Indiana.

“Isinya masih utuh, Rp 19 juta,” ujarnya.

Marwanto mengaku ikut lega.

Bahkan, Marwanto mengaku trenyuh masih ada orang jujur seperti Sukatmi dan Indiana.

“Saya trenyuh melihatnya,” ungkap Marwanto.

Sementara itu, mengapa uang Rp 19 juta bisa jatuh, Marwanto menyebut pemilik mengaku menaruhnya di dalam saku jaket.

“Ditaruh di saku jaket sebelah kanan,” ujarnya.

Marwanto menjelaskan, saku jaket pemilik tidak dilengkapi resleting.

Melainkan hanya berupa kancing jepret.

Penemu Sempat Tolak Pemberian Apresiasi

Marwanto mengungkapkan, sebelum meninggalkan Polsek, pemilik berniat memberikan apresiasi berupa imbalan kepada Sukatmi dan Indiana.

“Mereka malah menolak, bener-bener nggak mau nerima,” ujarnya.

Namun, Marwanto mengungkapkan kedua perempuan tersebut akhirnya mau menerima sebagai apresiasi.

“Kami sama sekali tidak intervensi terhadap pihaknya, saya tidak tahu berapa nominalnya dan memang tidak ingin tau,” ujar Marwanto.

Marwanto pun kembali menekankan, dirinya bangga dan terenyuh terhadap kejujuran Sukatmi dan Indiana.

“Allah Insha Allah yang akan memberikan balasan kebaikan atas kejujuran,” ungkap Marwanto.

Sumber : tribunnews.com

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *