Viral Video Razia Polisi Bubar Dipertanyakan Warga, Disebut Melarikan Diri, Ini Fakta Sebenarnya

Di media sosial viral sebuah video yang memperlihatkan warga mempertanyakan razia polisi.

Dalam video itu, sejumlah petugas kepolisian terlihat seperti telah selesai menggelar razia di jalan.

Namun, pria dalam video tersebut menyebut polisi-polisi itu melarikan diri.

Loading...

Pria di video itu pun menyebut, tak ada satu pun petugas polisi yang mencantumkan nama.

“Pak pol boleh nanya ini, kok pada melarikan diri ini. Razia apa ini? Siapa yang bertanggung jawab terhadap razia ini pak?” ujarnya.

Video tersebut dibagikan di beberapa akun media sosial.

Menurut laman Kompas.com, video itu telah dilihat sebanyak 2 juta kali di salah satu akun Facebook.

Sementara itu, di Twitter, video itu ada yang sudah ditonton sebanyak 1.200 kali.

Dalam keterangan yang menyertai postingan video tersebut, disebutkan lokasi razia berada di Jalan Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara.

Saat dikonfirmasi, Kasatlantas Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Reza Chairul Akbar membenarkan mengenai adanya razia itu.

Ia mengatakan, razia tersebut resmi digelar oleh pihak kepolisian.

Jadi, razia itu bukan ‘abal-abal’ seperti yang disebut warganet atau netizen.

Adapun razia itu ternyata dilakukan oleh beberapa personel dari Polsek Medan Helvetia.

Dikatakan Reza, razia itu pertanggungjawabannya kepada kapolsek.

“Itu resmi, ada surat perintah dari Kapolsek,” kata Reza, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/3/2020), dikutip TribunJabar.id, Sabtu (14/3/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan, jika ada anggapan razia itu ilegal, hal tersebut adalah penghinaan kepada institusi kepolisian.

Pihak kepolisian terkait bisa menindaklanjuti secara hukum.

Sementara itu, Kapolsek Helvetia Kompol Pardamean Hutahean juga membenarkan bahwa anggotanya melakukan razia tersebut.

Ada 14 orang anggotanya yang melaksanakan kegiatan itu.

Ia juga membenarkan razia dilaksanakan di Jalan Gatot Subroto, Pondok Kelapa, Medan Helvetia, Kamis (5/3/2020) pukul 11.00 WIB.

Lebih lanjut Pardamean menegaskan, razia tersebut dilengkapi surat tugas. Adapun surat tugasnya adalah Nomor 72/III/ops 1.3/2020.

“Jadi tidak benar kalau dikatakan kami melakukan razia ilegal atau abal-abal. Kan sudah jelas ada papan pemberitahuan dan ada surat tugas juga,” kata Pardamean.

Sumber : tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *